TEATER SKUTER
Gemah
ripah loh jinawi
Hembusan angin yang terasa
menyejukkan badan di musim ini membuat suasana di sekitar desa semakin nyaman
tentram. Di tengah alam nan indah terdengar suara suling yang merdu yang
membuat nyaman hati dan menenangkan jiwa . masyarakat yang bergotong royong ayo
angkat,... 1 .... 2. . . . .3. . . . . . ayo angkat. Wajah2 tersenyum, menggambarkan
kehangatan kala itu Desa itu mempunyai reaja yang angkuh sombong dan kejam.
angin yang berhembus pelan seketika terdiam tanpa gerak saat sang raja datang.
Tak jarang penindasan terjadi, penyiksaan bahkan pembunuhan. Desa yang tentram
itu pun berubah mencekam tak kala raja dan prajuritnya menghunuskan sang
pedang. Wajah2 tak berdosa itu pun berubah pucat. Teriakan2 ada di mana2, tangis,
jerit, rintihan mengiringi penindasan yg terjadi. “oh siapa itu. . ?? wajahnya
bersinar bagai rembulan, rambut terurai panjang menambah kecangtikan pada
dirinya. Tak pernah ku lihat wanita secantik dirinya. Ingin rasanya aku
memiliki dirinya” ucap sang raja. Tak di sangka2 sang raja yg terkenal kejamm,
sadis, dan angkuh itu jatuh cinta pada seorang wanita di desa itu. Sang raja
pun mendekati wanita cantik nan lemah gemulai itu, yang ternyata bernama
kartini, anak seorang demang di desa itu. Sang raja berkata “siapa kamu wahai
wanita cantik,?? maukah kau menjadi istriku??” “tuan, ini anak hamba tuan, , ,
, saya mohon jangan sakiti dia” saut sang demang dengan hati sedih dan takut.
“hai pak tua, aku tidak bertanya pada dirimu yang hina itu”ujar sang raja .
mendengar ucapan sang raja yang menghina bapaknya kartini pun marah seketika
“wahai raja yang terhormat, janganlah kau memaki maki orang tua hamba” saut
kartini yang tak sengaja membentak sang raja. “aku ini raja. . . .!!! tdk
sepantasnya membentak bentakseorang raja tak sadarkah dirumu. . . ?” ketika
raja membalas bentakan kartini, kartini pun menangis. Sang raja sadar telah
menyakiti wanita yang ia cintai. “wahai wanita pujaanku maafkan lah diriku ini”
“tidak, tidak, tidak. . . tak akan diriku ini memaafkan engkau yang telah
menyakiti ayah handaku” “tapi kartini . . . aku sangat mencintaimu. . . ya aku
sadar dengan diriku yang penuh dosa yang hina iniizinkan lah diriku memilikimu”
takn segan2 raja mengutarakan isi hatinya. “aku tak sudi kau pinang, aku tak
sudi kau miliki, aku tak sudi kau nikahi” ujar kartini kepada raja “oh kartini
tolong terima diriku ini jika kamu mau menerima diriku..apapun yang jadi
keinginanmu akan aku kabulkan.” Kartini pun menjawab “jika ucapanmu benar aku
mau kau nikahi asal dirmu mampu merubah sifatmu” sang raja seketika berfikir,
heran pada dirinya sendiri. “kenapa diriku ini kejam . . . ??” .”untuk apa aku
berbuat kejam..??” .”pantaskah seorang raja kejam. . ??” triba2 sang raja
terdiam membisu. . . bersujud untuk tujuan merubah semuanya, merubah semua yang
pernah ia lakukan. Kejaiban cinta terjadi. Hati yg membatu, runtuh karena
cinta, memang gila sekian lama hidup dalam gelap gulita seketika terang oleh
wajah jelita. Dari hati yang dalam sanubari pun berkata, menegaskan sebenarnya
diri. Dalam buta , melangkah samar2 meraba sebentar. Angin yang diam bermembus
kembali menyilirkan buai2 asmara. Binatng2 yang muram lambat laun mula
tersenyum. “cinta merubah segalanya” peliaharalah cinta untuk perdamaian,
cintai yg muda, hormati yg tua dan sayangilahsesama. Selamat menempuh hidup
baru bagi kedua mempelai semoga tetap bersama2 sampai tua. Sampai maut
memisahkan. Cinta yang mempertemukan, cinta yg menguatkan, cinta pula yg
menyatukan kalian dalam perbedaan sekian dan trima kasih.
